Tempat yang pernah menampung kita bertahun-tahun lalu: mereka lupa diri. Aku bertanya pada kedai makan di persimpangan jalan, apa menu favorit kita. Kursi-kursi menjawab: "Aku tak pernah mengenali suaramu sebelumnya." Aku bertanya pada sudut sebuah altar, kapan terakhir kita merapal doa. Patung-patung menjawab: "Ini bukan gerejamu" Aku bertanya pada sudut perpustakaan, pernahkan ia mencuri dengar pembicaraan kita soal keluh dan kesah. Debu menjawab: "Sudah lama kau tak berbincang dengan siapapun." Aku pulang dan bertanya pada rumah, apakah ia mengenalimu dan suara kakimu yang sering berkunjung tiap akhir pekan. Tiang-tiang teras menjawab: "Bangunlah Nak, kau sedang bermimpi".
saya dalam satu perjalanan