Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Ibu Suharti*

Saya bertemu beliau di sebuah latihan teater. Masih ingat waktu itu ia berperan sebagai Pak Rebo, penjaga makam Kyai Bakal, yang rumahnya dekat pabrik. Dari awal karakter Pak Rebo sudah merasuk di diri Bu Har, begitu saya memanggilnya. Mungkin karena Pak Rebo dan Bu Har punya kesamaan: tampangnya selalu menunjukkan ketidakpedulian. Padahal, ia yang paling hafal dan mengerti karakter teman-temannya. Sikap diam Bu Har semata-mata adalah caranya meredakan ribut yang tidak perlu.  Selama empat bulan saya menemani para ibu berlatih teater, Bu Har tidak pernah ikut berdebat soal jam berapa para ibu musti dijemput, rumah siapa yang ketempatan arisan berikutnya, atau siapa yang musti menggantikan peran Bu Yati. Tapi selama empat bulan itu, Bu Har juga yang membisikkan pada saya watak masing-masing ibu. Bu Har yang meminta saya maklum tiap kali Bu Partini bicara panjang lebar. Beliau juga yang mengingatkan Mbah Warti kalau hari itu beliau sudah menanyakan nama saya untuk ketiga kaliny...

Prolog

Semua bermula dari malam minggu yang sepi. Dan sebagaimana anak muda kebanyakan, hujan dan sepi selalu mencitpakan kombinasi yang padu untuk menulis. Malam minggu itu berjarak sebulan sebelum saya harus pergi meninggalkan Jogja. Saya sedang beres-beres kamar waktu itu: menyicil proses pindahan kos yang mungkin butuh beberapa hari. Saya mengamati buku-buku yang terpajang di rak berniat untuk mengemasnya dalam kardus. Dari semua buku itu, sebagian saya beli sendiri setelah mendengar cerita dari teman-teman. Sebagian lainnya hasil pemberian di hari ulangtahun saya. Sebagian lagi buku-buku pinjaman yang tidak rela saya kembalikan. Saya lalu mengambil salah satu: buku tulisan Budi Darma berjudul Orang-orang Bloomington, kado ulangtahun saya yang kedua-puluh tiga. Di dalamnya tertulis coretan teman-teman saya berisi pesan yang sama sekali tidak menghibur. Nasihat untuk move on misalnya. Lalu saya buka buku yang lain: George Orwell 1984, saya beli waktu orang-orang di sekitar saya sibuk mem...