Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Musso

Di minggu siang yang terik, ia bersembunyi di kamar mandi setelah pasukan Kapten Sumadi mengepungnya dan memaksanya untuk menyerah. Jasadnya lalu dibakar dan dipertontonkan di Ponorogo, dua setengah bulan setelah Soekarno menyambutnya dengan peluk dan air mata. Ada yang berbeda dari Musso. Dia tidak memilih untuk menggantung dirinya atau menembakkan peluru ke keningnya. Menurutnya hidup bukanlah kesia-siaan. Dan caranya mati bukan pula sia-sia.