Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Tempat

Tempat yang pernah menampung kita bertahun-tahun lalu: mereka lupa diri. Aku bertanya pada kedai makan di persimpangan jalan, apa menu favorit kita. Kursi-kursi menjawab: "Aku tak pernah mengenali suaramu sebelumnya." Aku bertanya pada sudut sebuah altar, kapan terakhir kita merapal doa. Patung-patung menjawab: "Ini bukan gerejamu" Aku bertanya pada sudut perpustakaan, pernahkan ia mencuri dengar pembicaraan kita soal keluh dan kesah. Debu menjawab: "Sudah lama kau tak berbincang dengan siapapun." Aku pulang dan bertanya pada rumah, apakah ia mengenalimu dan suara kakimu yang sering berkunjung tiap akhir pekan. Tiang-tiang teras menjawab: "Bangunlah Nak, kau sedang bermimpi".

Museum

Ini hari minggu dan saya berkunjung ke museum. Untuk menengok piringan hitam, bingkai, kursi, jendela, artefak dan barang-barang tempat ingatan saya pernah ditaruh. Cukup sekali seminggu agar saya bisa bilang: "Aku tidak punya apa-apa hari ini, selain sepi". Di sisa hari yang lain saya bercakap dengan temuan baru yang sama sekali asing dan menakutkan. Supaya saya bisa bilang: "Tidak ada yang aku punya, selain hari ini". Sepulang dari museum, saya gemar memungut masa lalu dan menyimpannya dalam toples berlubang tiga agar ia bisa hidup dan bernafas. Tapi orang-orang bilang: "Kau akan mati kalau membiarkan arlojimu berdetak mundur."