Tempat yang pernah menampung kita bertahun-tahun lalu: mereka lupa diri.
Aku bertanya pada kedai makan di persimpangan jalan,
apa menu favorit kita.
Kursi-kursi menjawab:
"Aku tak pernah mengenali suaramu sebelumnya."
Aku bertanya pada sudut sebuah altar,
kapan terakhir kita merapal doa.
Patung-patung menjawab:
"Ini bukan gerejamu"
Aku bertanya pada sudut perpustakaan,
pernahkan ia mencuri dengar pembicaraan kita soal keluh dan kesah.
Debu menjawab:
"Sudah lama kau tak berbincang dengan siapapun."
Aku pulang dan bertanya pada rumah,
apakah ia mengenalimu dan suara kakimu yang sering berkunjung tiap akhir pekan.
Tiang-tiang teras menjawab:
"Bangunlah Nak, kau sedang bermimpi".
Aku bertanya pada kedai makan di persimpangan jalan,
apa menu favorit kita.
Kursi-kursi menjawab:
"Aku tak pernah mengenali suaramu sebelumnya."
Aku bertanya pada sudut sebuah altar,
kapan terakhir kita merapal doa.
Patung-patung menjawab:
"Ini bukan gerejamu"
Aku bertanya pada sudut perpustakaan,
pernahkan ia mencuri dengar pembicaraan kita soal keluh dan kesah.
Debu menjawab:
"Sudah lama kau tak berbincang dengan siapapun."
Aku pulang dan bertanya pada rumah,
apakah ia mengenalimu dan suara kakimu yang sering berkunjung tiap akhir pekan.
Tiang-tiang teras menjawab:
"Bangunlah Nak, kau sedang bermimpi".
Komentar
Posting Komentar