Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

setelah habis sepiring nasi uduk

Pagi ini di antara piring kosong dan teh manis yang tinggal separuh kita menemukan seorang teman. Padanya kita berbincang. Tentang masa lalu yang suram dan keraguan akan masa depan. Tentang penyesalan dan mimpi yang tertunda. Tak ada yang lebih bersahabat dibanding manusia yang membiarkan kita apa adanya. Tanpa rasa, tanpa rahasia. Darinya kita tak pernah menyimpan apapun. Kita tak perlu menyembunyikan apapun.

untuk Wahib

Kau bilang Tuhan bukan tempat terlarang untuk berpikir. Agama bukan barang tabu untuk dipertanyakan. Lantas jika pada mereka temui kesalahan, apa yang akan kita lakukan? Memakluminya? Dan kita melakukan rutinitas seperti biasa. Ke gereja tiap minggu dan sholat lima waktu. Lalu untuk apa kita berpikir bebas?