Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Pagi

Pagi menyuguhkan keresahan yang baru. Angka yang terus bergerak. Ikhtiar yang tak kunjung terjawab. Tapi burung masih memungut dahan yang jatuh karena angin. Ulat masih mengunyah daun yang basah sisa hujan. Harusnya tak ada yang perlu khawatir. Manusia bisa meramal dan bumi masih konsisten pada porosnya. 

Amba

Disembunyikannya dendam itu pada daun-daun, pada sela bebatuan tempatnya bertapa. Kelak, ia akan datang  sebagai gadis yang terlahir dari darah Drupada dan menjadi Panglima perang Pandawa.Lalu dicarinya lagi dendam yang masih tersembunyi. Ia lekatkan pada busur panah yang menopang badan Bisma. Ia tunggu hingga Panglima perang Kurawa itu memutuskan untuk mati. Ia mau Bisma menghukum dirinya sendiri.