Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Tiang Listrik

Ada takut yang menggantung di langit Jakarta Yang merambat lewat kabel listrik di sepanjang Pedurenan Bulan lalu satu tiang listrik roboh karena tak cukup kuat menampung ketakutan warga Petugas lalu menggali trotoar, memindahkan kabel itu ke dalam tanah Rasa takut akhirnya meresap dari kabel ke tanah, lalu air dan pipa kamar mandi Merasuk di tubuhku waktu mandi Menyusup ke tidurku waktu malam

Mesin Ketik

Kita lahir dari sisa anggaran akhir tahun yang menumpuk Waktu orang-orang sudah lelah dan kehabisan cara mengakali target kinerja Lalu aku dicomot dari etalase ditaruh di atas meja pegawai baru dengan seragam hitam-putih Dia senang bukan main Karena aku bisa menghapus kesalahan yang sudah lalu Kata atasannya, aku cocok untuk generasi milenial yang suka buru-buru Lepas jam empat sore, waktu pegawai lainnya sudah pulang Pegawai baru itu membiarkanku tetap siaga Berharap aku bisa menghapus kesalahannya: memilih untuk bekerja di kota

Semenjak PNS

Sejak diangkat menjadi PNS, caraku mencintaimu berbeda Cinta kita mengenal jam kerja, mulai jam empat sore lalu pulang pukul tujuh pagi Di luar jam itu aku tak mau menghubungimu, karena tidak siap membayarkan gaji lembur. Seragam kita berwarna biru.  Dibuat dari sendu yang kujahit tiap pagi menjelang kepulanganmu. Kita menolak mengenakan pangkat dan tanda jabatan, karena cinta mensyaratkan upaya yang setara. Tiap pagi kita harus mengisi jurnal harian. Tahun ini aku pasang target kinerja:  aku harus memelukmu 365 kali dalam satu tahun  dengan tugas tambahan memesan lontong sayur pada minggu pagi. Kalau targetku tercapai, enam tahun lagi aku akan naik pangkat, jadi: Ahli Pacar Madya Sampai akhirnya kuajak kamu menjadi pensiun, saat dimana mencintaimu bisa kulakukan seharian sambil bermalas-malasan. x