Belakangan saya suka sekali mencari buku untuk kemudian diberikan pada orang lain. Memberi buku sebagai bingkisan, entah dalam rangka apa, adalah kegiatan yang menyenangkan yang mungkin sekali menjadi hobi baru saya ke depan. Tidak seperti membelikan bunga, kue, baju, mainan atau cinta –kalau ada, buku adalah bingkisan yang tidak akan berkurang nilainya. Entah dibaca hari ini atau lusa atau bertahun-tahun ke depan, buku akan selalu punya maknanya yang kekal –yang mungkin justru bertambah seiring makin banyak memori yang melekat pada sebuah buku. Sewaktu saya memberi buku, saya selalu memberikan yang sudah pernah saya baca. Ini bukan karena saya pelit –sama sekali tidak, melainkan karena dua alasan dasar: Pertama, membagi buku yang sudah pernah saya baca justru lebih romantis ketimbang memberi buku yang sama sekali baru dan masih berbungkus plastik. Coba kita bayangkan demikian: jika kita mengartikan membagi buku sama dengan memberi sebagian dari diri kita untuk orang lain, membagi...