Langsung ke konten utama

Postingan

Pertemuan

Kalau nanti, bisa bulan depan atau tahun yang akan datang kita bertemu di persimpangan jalan: kau tidak perlu menoleh. Jangan bertegur. Jangan bertanya seolah kita baru pulang dari rantau. Karena mungkin itu bukan aku. Mungkin itu bukan kau. Aku terlampau sibuk dengan pikiranku sendiri dan lupa bentuk wajah kau. Kau terlampau lelah mengejar gerigi arlojimu sampai lupa berhenti Aku butuh bosan untuk beranjak, dan kau butuh jarak untuk pulang. Lalu kita akan kembali sebagai dua orang asing yang  berkenalan di hari pertama.

Vakansi Akhir Pekan

Ini hari Sabtu dan saya tidak bisa bekerja. Sedari pagi saya sudah duduk disini, lantai 2 sebuah warnet yang menghadap langsung apartemen yang baru dibangun. Harusnya saya mengerjakan sebuah esai dan menggarap sebuah penelitian, tapi pikiran saya kemana-mana. Kesudut-sudut apartemen yang sedang dibangun, ke sebuah kebun tebu di kampung halaman, lalu ke ibukota dan kembali lagi ke kota ini, di depan sebuah altar gereja. Saya dan Anda berdiri disitu. Anda memohon pekerjaan, gaji, jodoh dan ujub lainnya yang sering dirapal orang-orang. Sementara saya memohon liburan. Hidup saya belakangan ini kacau. Saya menginginkan liburan tiap detik. Untuk membaca komik kesukaan atau buku puisi yang dulu dilarang. Liburan saya menprasyaratkan pekerjaan yang sudah selesai. Tapi tiap kali saya menginginkannya tiap kali pula saya menundanya. Bayangan tentang liburan selalu membuat saya berhenti bekerja. Saya selalu membayangkan tidak seharusnya ada buruh seperti saya: yang bekerja di luar jam ker...

Pada Waktu

Menjadi mahasiswa semester akhir bukan perkara mudah. Paling tidak ada tiga pertanyaan yang menghantui: pertama, kapan lulus; kedua, kapan menikah; ketiga, setelah lulus mau bekerja apa? Setiap manusia diwajibkan untuk dewasa melalui beberapa proses; lahir, belajar berjalan, belajar menghitung dan menghapal, kuliah, bekerja, menikah, hidup mapan dan meninggal. Meski meninggal ada di tahap akhir, tapi saya rasa tujuan utama manusia menghidupi hidupnya bukan untuk meninggal. Manusia hidup untuk mengejar hidup mapan. Meninggal adalah risiko dari hidup mapan. Mereka yang gagal hidup mapan akan putus asa lalu meninggal. Mereka yang berhasil hidup mapan juga akan bosan dan meninggal. Hidup mapan adalah perkara penting yang dikejar manusia, kalau bisa secepat mungkin. Makanya, setelah kuliah, pertanyaan yang utama adalah kapan memasuki fase mapan: bekerja dan berkeluarga. Baru setelah itu muncul pertanyaan lain; bagaimana dan mengapa. Marx suatu kali pernah bercerita tentang fethisisme, pe...

Tentang Kita yang Sedih Pagi Ini

Kita menari di tengah riuh penantian, di antara gempita kesepian dan gemilang penat. Mari rayakan sunyi dan sambut pekat yang baru! Karena jenuh menggantung pada rindu yang hening dan resah yang tanpa kata. Katamu bahagia datang dari belasungkawa dan karangan bunga. Maka esok hari, waktu pagi masih samar, kukirimkan diam yang mencabik: sebagai pelengkap devosimu pada denting gelisah, pada sendu yang menggaduh

Sementara Levinas Sudah Mati

Ada ratusan bayi menderita di Andhra Pradesh. Sementara pengungsi Rohingya mati di perairan Andaman. Tapi di ruang ini tak ada yang berduka. Kau bilang lebih baik menyapa pagi sambil meneguk secangkir teh aroma melati. Tak satupun bisa menyuruh kita menangis katamu. Tidak juga Matius atau Paulus. Sampai akhirnya kita lihat wajah-wajah itu samar dalam jauh.