Kalau nanti, bisa bulan depan atau tahun yang akan datang kita bertemu di persimpangan jalan: kau tidak perlu menoleh. Jangan bertegur. Jangan bertanya seolah kita baru pulang dari rantau. Karena mungkin itu bukan aku. Mungkin itu bukan kau. Aku terlampau sibuk dengan pikiranku sendiri dan lupa bentuk wajah kau. Kau terlampau lelah mengejar gerigi arlojimu sampai lupa berhenti Aku butuh bosan untuk beranjak, dan kau butuh jarak untuk pulang. Lalu kita akan kembali sebagai dua orang asing yang berkenalan di hari pertama.
saya dalam satu perjalanan