Langsung ke konten utama

Postingan

Pagi

Pagi menyuguhkan keresahan yang baru. Angka yang terus bergerak. Ikhtiar yang tak kunjung terjawab. Tapi burung masih memungut dahan yang jatuh karena angin. Ulat masih mengunyah daun yang basah sisa hujan. Harusnya tak ada yang perlu khawatir. Manusia bisa meramal dan bumi masih konsisten pada porosnya. 

Amba

Disembunyikannya dendam itu pada daun-daun, pada sela bebatuan tempatnya bertapa. Kelak, ia akan datang  sebagai gadis yang terlahir dari darah Drupada dan menjadi Panglima perang Pandawa.Lalu dicarinya lagi dendam yang masih tersembunyi. Ia lekatkan pada busur panah yang menopang badan Bisma. Ia tunggu hingga Panglima perang Kurawa itu memutuskan untuk mati. Ia mau Bisma menghukum dirinya sendiri.

Kgotla

Di Botswana ratusan tahun lalu, bahkan sebelum Inggris datang memperkenalkan demokrasi, orang-orang -baik pria atau wanita- berkumpul dalam lingkaran yang rapat. Siang itu, di atas tanah kering dan hujan yang terlambat datang mereka bersepakat atas tanaman yang akan mereka tanam. Sungguh, tak ada relasi yang lebih romantis ketimbang satu mangkuk air yang mereka minum bersama di kemarau panjang tahun itu.

Kita

Kita bagaikan anak SD yang baru pulang sekolah. Kita berlarian di pematang sawah buru-buru ingin sampai ke rumah. Kita lekas melepas seragam merah putih dan kaos kaki yang menguning. Kau lalu makan siang dan menonton televisi, aku pergi ke kali dan memancing ikan. Malam ini diam-diam kau berharap esok segera tiba, agar kita mengenakan lagi seragam yang sama. Dan di pematang sawah itu kita akan menertawakan serial kartun di televisi atau belut yang kau tangkap tempo hari.