Sekarang ini, kalau mau menulis saya harus baca buku dulu. Cari inspirasi. Seperti sekarang, saya lagi betah di Hatta Corner, bagian lantai tiga dari Perpus Pusat UGM. Buku-bukunya sudah tua, sudah lepas covernya. Jadilah saya baca disitu karena tidak boleh dipinjam lagi –takut rusak. Belakangan memang saya lagi suka menulis. Menulis apa saja. Tidak seperti dulu, saya takut menulis. Takut dinilai. Tapi lalu saya coba belajar dari orang lain. Saya baca buku-buku GM, Sujiwo Tejo, Emha, Pramudya, Dee, Donny Dirgantoro. Dari yang serius sampai yang santai. Dari yang blak-blakan sampai yang kepura-puraan. Kalau dilihat lagi tulisan blog saya dari awal, gaya tulisan saya ganti-ganti. Habis baca buku Dee jadi keliatan puitis, habis baca Donny jadi kayak teenlit, habis baca GM jadi banyak kutipan dan nama tokohnya. Kita belajar dari kesalahan, meniru orang lain bukanlah suatu kesalahan asal masih di koridor yang sah. Sejarah Indonesia bahkan sejarah tentang peniruan. Menir...
saya dalam satu perjalanan