Manusia lahir dengan cita-cita. Apa yang manusia inginkan kemudian diinterpretasikan dalam doa, dalam nama yang diberikan oleh ibu kepada anaknya, Dinamai Mulyanto agar jiwanya mulia, Gunawan agar kelak menjadi manusia berguna atau Krisdayanti agar pintar menyanyi. Kampus ini pun begitu. Pendirinya mempunyai cita-cita yang besar bagi kampus ini. Dinamainya Kampus Kerakyatan, agar kelak kampus ini merakyat. Dulu, di awal pendiriannya, siapapun boleh memanfaatkan kampus ini untuk penghidupannya. Siapapun boleh belajar, akademisi boleh mengajar, penduduk sekitar boleh jadi tukang kebunnya, tukang parkirnya dan beberapa sekedar berjualan di jalan-jalannya. Seperti manusia, kampus ini bermimpi tentang pencapaian-pencapaian. Visi untuk menjadi lebih baik, lalu lebih baik lagi dan ingin jadi yang terbaik dari yang paling baik. Sedang, selalu ada harga yang harus dibayar untuk menjadi lebih baik lagi. Untuk menjadi lebih baik lagi, kampus harus disulap menjadi sebuah kota pendidikan....